Oknum Pejabat Disdik Lampura ‘Cabul’ Resmi Jadi Tersangka

Kotabumi, LE-plus.com
Setelah dilakukan pemeriksaan secara marathon hampir 20 jam oleh anggota Polres Lampung Utara (Lampura), akhirnya Oknum pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbu) Lampura, berinisial JO (54), Jumat (17/11) sekitar pukul 17.00 WIB, resmi ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap Melati (5) (bukan nama sebenarnya), bocah yang masih kerabatnya sendiri.

Berdasarkan pantauan, usai menandatangani berkas, JO langsung dijebloskan ke sel tahanan. “Dari gelar perkara yang kami lakukan, JO kami tetapkan sebagai tersangka dan langsung kami tahan,” kata Kasat Reskrim AKP Syahrial, kepada awak media.

Menurutnya, penetapan tersangka dikuatkan dengan adanya keterangan korban, yang saat itu dampingi ahli psikolog. Dan diketahui, dari pengakuan ahli jika keterangan yang dibeberkan korban merupakan keterangan yang sejujur-jujurnya, mengenai apa yang dialami dan dilakukan oleh tersangka.

“Menurut pengakuan korban, dugaan cabul itu sudah sering dilakukan meski tidak ingat secara pasti akan waktunya, tapi dimulai sejak Jumat (10/11) hingga Sabtu (11/11),” jelasnya.

Ketika ditanya mengapa proses pemeriksaan terhadap JO memakan waktu lama, dengan lugas Kasat menerangkan jika tersangka memberikan alibi (penyangkalan) yang lain, sehingga pihaknya melakukan pendalaman atas alibi ersebut. Dimana, polisi juga meminta keterangan keluarga JO.

“Dan dari keterangan keluarganya dengan keterangan tersangka sangat berbeda sekali. Ternyata alibi tersebut sangat bertentangan sekali dengan apa yang telah dia lakukan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menambakan, tersangka akan dijerat pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo pasal 76 D UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu saat digiring ke sel tahanan, kepada wartawan JO membantah tuduhan tersebut. “ini tidak benar. Saya difitnah,” katanya.

Untuk diketahui, JO akhirnya dibekuk di rumahnya di Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Kotabumi Selatan, Kamis (16/11) sekitar pukul 20.30 WIB.
Pria yang belakangan diketahui saat ini menjabat sebagai Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Lampura itu, diamankan beberapa jam usai polisi menerima laporan dugaan pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap Melati (5) (bukan nama sebenarnya), bocah yang masih kerabatnya sendiri.

Laporan itu tertuang dalam  bukti nomor : LP/935/XI/2017/POLDA LAMPUNG/RES.LU.tanggal 15 November 2017.

Jumiyem (56) selaku nenek korban menceritakan jika JO adalah adik kandungnya. “Dia itu (JO) adik kandung saya, sedangkan Melati cucu saya. Ya bisa dibilanh kalau Melati juga cucunya JO,” kata Jumiyem saat melapor ke Mapolres.

Menurutnya, apa yang menimpa Melati baru diketahui pada Minggu (12/11) sore. Saat itu ketika dirinya memandikan Melati, gadis cilik tersebut meringis kesakitan dikemaluannya. Ia pun curiga, lantas menanyakan kepada sang cucu. “Dia bilang kalau anunya (kemaluan) digituin pake tangan dan lidi oleh ngkek (panggilan terhadap JO). Kalau menurut pengakuan Melati, perbuatan itu dilakukan pada Sabtu (11/11) dirumah JO,” kata Jumiyem.

Wanita paruh baya ini menuturkan, jika memang selama ini Melati kerap tinggal di rumah JO, meskipun orang tuanya juga tinggal tak jauh dari rumah JO. “Setelah rembuk keluarga, kami sepakat melaporkan kejadian ini ke polisi,” terangnya. (LE-Avan)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan