Buruh Tolak Penetapan UMP Lampung

Bandarlampung, LE-plus.com
Ratusan buruh yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) melakukan unjukrasa di depan kantor Pemerintahan Provinsi Lampung Kamis, (09/11/2017).

Mereka melakukan aksi menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung tahun 2018 yang telah disahkan Gubernur Lampung sebesar Rp2.074.000. Buruh menilai upah yang ditetapkan hanya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) no 78 tahun 2015 yang dianggap tidak memihak ke buruh.

Sambil membentangkan spanduk dan bendera ratusan buruh dalam PPRL menyuarakan aspirasinya di depan kantor Gubernur Lampung. Dengan penjagaan ketat aparat Kepolisian dan Sat Pol PP mereka menyangkan UMP Provinsi Lampung 2018 hanya naik Rp166 ribu.

UMP Lampung Rp2.074.000 sangat tidak berpihak terhadap kaum buruh. Massa menilai penetapan upah hanya melalui pertimbangan pertumbuhan ekonomi dan inflasi semata, tidak melalui survei kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai acuan UMP.

Buruh juga mendesak pemerintah agar menghapuskan sistem kerja autsourcing dan sistem kontrak serta kerja sukarela seperti di RSUDM Abdul Moeloek dan juga menolak terhadap crew AMT Pertamina.

Terhadap tuntutan buruh, Pemerintah Provinsi Lampung akan melaporkan permasalahan ini ke pemerintahan pusat terkait desakan masa mencabut PP. 78 tahun 2015. (LE-jam/yus)

Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan